Selasa, 30 Desember 2014

PENGERTIAN LAYANAN ORIENTASI DI BIMBINGAN KARIR








A. PENGERTIAN LAYANAN ORIENTASI

                        Ada beberapa versi pengertian Layanan Orientasi yang kami dapatkan dari berbagai sumber, di antaranya:

                        Menurut Prayitno (2004) orientasi berarti tatapan kedepan ke arah dan tentang sesuatu yang baru. Berdasarkan arti ini, layanan orientasi bisa bermakna suatu layanan terhadap siswa baik di sekolah maupun di madrasah yang berkenaan dengan tatapan ke depan ke arah dan tentang sesuatu yang baru.
                        Layanan orientasi yaitu layanan bimbingan dan konseling yang memungkinkan peserta didik  dan pihak-pihak lain yang dapat memberikan pengaruh yang besar terhadap peserta didik (terutama orang tua) memahami lingkungan (seperti sekolah) yang baru dimasuki peserta didik, untuk mempermudah dan memperlancar berperannya peserta didik di lingkungan yang baru ini.

                         Layanan orientasi mempunyai fungsi sebagai usaha pengenalan lingkungan sekolah sebagai lingkungan yang baru bagi siswa. Pengenalan-pengenalan lain yang dapat diberikan kepada siswa seperti kurikulum baru yang diterapkan sekolah, waktu proses belajar di sekolah. Pelaksanaan layanan orientasi ini berdasar pada anggapan bahwa memasuki lingkungan baru dan mengadakan penyesuaian bukanlah hal yang mudah (Prayitno & Amti, 1999).

                        Layanan orientasi yaitu layanan bimbingan konseling yang memungkinkan peserta didik (klien) memahami lingkungan (sekolah) yang baru dimasukinya, dalam rangka mempermudah dan memperlancar berperannya peserta didik di lingkungan yang baru itu.

                        Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa layanan orientasi adalah layanan yang diberikan kepada peserta didik serta pihak-pihak lain untuk mengenal dan memahami keadaan dan situasi yang ada pada lingkungan sekolah secara umum agar peserta didik dapat dengan mudah menyesuaikan diri sebagaimana materi yang diberikan.

Adapun materi kegiatan layanan orientasi menyangkut:
Pengenalan lingkungan dan fasilitas sekolah.
1. Peraturan dan hak-hak serta kewajiban siswa.
2. Organisasi dan wadah-wadah yang dapat membantu dan meningkatkan hubungan sosial siswa.
3. Kurikulum dengan seluruh aspek-aspeknya.
4. Peranan kegiatan bimbingan karier.
f.     Peranan pelayanan bimbingan konseling dalam membentuk segala jenis masalah dan kesulitan siswa.


B. TUJUAN LAYANAN ORIENTASI


                                Layanan orientasi bertujuan untuk membantu individu agar mampu menyesuaikan diri terhadap lingkungan atau situasi yang baru. Dengan kata lain agar individu dapat memperoleh manfaat sebesar-besarnya dari berbagai sumber yang ada pada suasana atau lingkungan baru tersebut. Layanan ini juga akan mengantarkan individu untuk memasuki suasana atau lingkungan baru.
                               Tujuan program orientasi ialah untuk memberikan pengenalan kepada murid-murid tentang kegiatan dan situasi pendidikan yang akan ditempuhnya.(Djumhur I. & Drs. Moh. Surya ; 47 ; 1975) Selain itu layanan orientasi diharapkan dapat mencegah timbulnya permasalahan penyesuaian siswa dengan pola kehidupan sosial, belajar dan kegiatan lain di sekolah yang berkaitan dengan keberhasilan siswa. Begitu juga bagi orang tua agar memahami kondisi dan situasi sekolah sehingga dapat mendukung keberhasilan anaknya.

C. FUNGSI LAYANAN ORIENTASI

                               Layanan orientasi di sekolah berfungsi untuk pemahaman dan pencegahan. Secara rinci pengertiannya menurut SK MENDIKBUD nomor 025/0/1995 jo SK Menpan nomor 84/1993 tentang Guru dan Angka Kreditnya adalah sebagai berikut:

             1. Fungsi pemahaman yaitu membantu siswa untuk mengenal dan memahami diri dan lingkungannya secara total. Dimaksudkan agar peserta didik dapat mengenal dan memahami lingkungan yang baru bagi dirinya, sehingga peserta didik tidak mengalami kesulitan dalam penyesuaian diri dengan dunia yang akan ditempuhnya.
             2. Fungsi pencegahan yakni upaya agar peserta didik terhindar dari berbagai permasalahan yang mungkin timbul, yang dapat mengganggu dan menghambat proses perkembangannya. Dimaksudkan agar peserta didik dapat terhindar dari permasalahan yang bisa timbul akibat tidak dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya sehingga mengganggu keberhasilannya di sekolah maupun di luar. Serta peserta didik tidak merasa terkucilkan oleh teman-temannya.

D. METODE YANG DIGUNAKAN DALAM LAYANAN ORIENTASI

                          Metode yang dapat digunakan dalam pemberian layanan orientasi kepada siswa dapat dengan ceramah, tanya jawab, diskusi, demonstrasi, program home room dan kunjungan lapangan.
Layanan orientasi bisa dilaksanakan dengan teknik-teknik:
1. Penyajian, yaitu melalui ceramah, tanya jawab, dan diskusi.
2. Pengamatan yaitu melihat langsung objek-objek yang terkait dengan isi layanan.
3. Partisipasi, yaitu dengan melibatkan diri secara langsung dalam suasana kegiatan, mencoba, dan mengalami sendiri.
4. Studi dokumentasi, yaitu dengan membaca dan mempelajari berbagai dokumen yang terkait.
5. Kontemplasi, yaitu dengan memikirkan dan merenungkan secara mendalam tentang berbagai hal yang menjadi isi layanan.
Teknik-teknik tersebut di atas dilakukan oleh konselor, penyaji, nara sumber, dan para peserta layanan sesuai dengan peran masing-masing.


E. PELAKSANANAAN LAYANAN ORIENTASI

Proses atau tahap layanan orientasi adalah sebagai berikut
1. Perencanaan. Pada tahap ini, hal-hal yang dilakukan adalah:
1)   Menetapkan objek orientasi yang akan dijadikan isi layanan,
2)   Menetapkan peserta layanan,
3)   Menetapkan jenis kegiatan, termasuk format kegiatan,
4)   Menyiapkan fasilitas termasuk penyaji, nara sumber, dan media,
5)   Menyiapkan kelengkapan administrasi.
1. Pelaksanaan. Pada tahap ini, hal-hal yang dilakukan adalah:
1)   Mengorganisasikan kegiatan layanan,
2)   Mengimplementasikan pendekatan tertentu termasuk implementasi format layanan dan penggunaan media.
1. Evaluasi. Pada tahap ini, hal-hal yang dilakukan adalah:
1)   Menetapkan materi evaluasi,
2)   Menetapkan prosedur evaluasi,
3)   Menyusun instrumen evaluasi,
4)   Mengaplikasikan instrumen evaluasi,
5)   Mengolah hasil aplikasi instrumen.
1. Analisis hasil evaluasi. Pada tahap ini, hal-hal yang dilakukan adalah:
1)   Menetapkan standar analisis,
2)   Melakukan analisis,
3)   Menafsirkan hasil analisis.
1. Tindak lanjut. Pada tahap ini, hal-hal yang dilakukan adalah:
1)   Menetapkan jenis dan arah tindak lanjut,
2)   Mengomunikasikan rencana tindak lanjut kepada berbagai pihak yang terkait,
3)   Melaksanakan rencana tindak lanjut.
1. Laporan, meliputi:
1)   Menyusun laporan layanan orientasi,
2)   Menyampaikan laporan kepada pihak-pihak terkait (kepala sekolah atau madrasah),
3)   Mendokumentasikan laporan layanan.
Sumber: http://adventureisagoodteacher.blogspot.com/2011/10/layanan-orientasi-dan-layanan-informasi.html

0 komentar:

Posting Komentar

untuk penyempurnaan blog ini silahkan tambahkan saran dan komentar yang membangun